Universitas Negeri Yogyakarta : Yudisium Pendidikan Profesi

Bak pucuk dicinta ulam pun tiba. Ketika mendengar pengumuman yudisium offline aku segera mengajukan diri karena dari sekitar 8.926 yang boleh mengikuti yudisium secara offline hanya 750 peserta.

Ya, aku mendapat beasiswa dari pemerintah untuk menjadi salah satu peserta pendidikan profesi guru di Universitas Negeri Yogyakarta. Berencana mengunjungi Yogja seperti berencana menemui teman lama. Rinduuuu sekali...


Di PPG ekonomi banyak rekan sejawat yang berasal dari berbagai daerah. Yang terjauh ada yang sengaja terbang dari Sumatera, Kalimantan dan Bali untuk hari itu. Ia berada tepat disebelahku ketika aku kami menunggu pintu gedung dibuka.


Seragam hitam putihku ku harap tidak kusut sampai siang dan aku sangat berharap bisa fotogenik ketika menerima serdik. Tapi ya aku tetaplah aku....sudah berusaha senyum dengan merekah tetap saja hasil foto tidak tidak sesuai harapan. Untungnya nyanyian nyaring dari pak rektor membuat mood ku kembali bersemangat. Diantara semua orang yang berjejer didepan podium hanya beliau yang terlihat lantang dari kejauhan menyanyikan lagu apapun. Semangatnya benar-benar luar biasa dan mungkin itulah alasan beliau menjadi rektor universitas besar. 


Tak lupa aku menyempatkan untuk berfoto di tugu UNY karya khas Nyoman Nuarta.Walaupun hanya mengunjungi UNY saat yudisium rasanya bangga sekali. Impianku dulu untuk berkuliah di Yogja terwujud 11 tahun kemudian di usia 29 tahun...ternyata do'a ku bukan tidak terkabul tapi ditunda sampai waktu yang pas. Semoga dengan memperoleh gelar dan ilmu  ini aku bisa memberikan ilmu dan pelayanan terbaik untuk generasi penerus bangsa. Karena manusia sejatinya adalah pembelajar sepanjang hayat.

Comments

Popular posts from this blog

Madilog : Jembatan Keledai dan Tan Malaka

Das Kapital For Beginners

Memulai 30 : Intro