PEREMPUAN SEBAGAI SUBJEK
Suatu hari aku dan kawan ku mengobrol tentang bagaimana masalah pernikahan dan rumah tangga. Dan yang bikin aku terkejut ternyata masih banyak suami patriarki level dewa di lingkunganku. Tapi kalau kamu perempuan dan kamu mendengar langsung mungkin kamu akan merasakan kesedihan sama sepertiku atau merasa biasa saja itu tergantung caramu memandang. Tidak perlu setuju pun tidak apa-apa. Sungguh. Namun, harus begitukah para kebanyakan lelaki memandang kami? Hanya sebagai Objek? Objektifikasi tubuh perempuan sering dinilai terutama dari penampilan fisik: wajah, tubuh, usia, atau daya tarik seksual. Biasanya laki laki akan lebih menghargai perempuan yang masih segar, muda dan belum melahirkan. belum turun mesin katanya. Tubuh perempuan yang memelar karena tidak merawat diri,terlalu kurus karena tekanan batin atau tidal bahagia, terlalu ini terlalu itu juga jadi patokan untuk berbuat baik dari kebanyakan sudut pandang laki-laki. Dulu ketika aku masih remaja sampai awal 20an belum terlalu...