Memulai 30 : Intro
Aku ingat betul ketika akan mengerjakan Ujian Nasional Sekolah, mempertanyakan bagaimana hidupku 10 tahun kedepan. Hingga ketika memasuki dunia nyata banyak sekali situasi yang bikin geleng-gelang kepala. Beribu kali dipencudangi nasib. Aku jalani saja selagi halal,tidak menyalahi norma dan harga diri.
Sekarang, usia 30 tinggal di depan mata. Waktu, tuntutan sosial, cita-cita dan realitas seperti pacuan kuda bagiku. Ekspektasi sosial sering dibahas orang-orang seperti : stabil, mapan, pernikahan bahagia penuh kupu-kupu, mempunyai anak lucu, suami yang hebat dll.
Tapi, apa cuma untuk itu kita hidup? dan apakah cuma untuk itu kita mati-matian?. Lelah ya jika harus menuruti ekspektasi orang. Aku juga punya kebutuhan pribadi untuk mengeksplorasi diri lebih dalam. Aku ingin menjadi tuan atas perjalananku. Aku ingin memberi hadiah untuk diri sendiri.
Aku pikir bepergian sendiri ke Bali bisa jadi salah satu jawaban. Pulau tujuan hampir setiap orang. Bagi yang beruntung bepergian jauh, terkesan sepele. Namun bagiku pergi ke luar pulau apalagi naik pesawat itu harus menabung berbulan bulan, memprioritaskan kebutuhan dan menunggu waktu kosong karena kalau sedang bekerja hampir mustahil cuti berhari-hari..
Perasaan sebelum berangkat bercampur aduk.. antara antusias, gugup, dan sedikit takut. Kekhawatiran tentang keamanan, kesepian, dan "apakah terlalu tua untuk memulai pertama kali sendiri”?
Comments
Post a Comment